Jumat, 31 Juli 2009

Yang Manakah Anda.... ?

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang tidak mau ambil pusing dalam hal ibadah, seperti tidak mengenal waktu luang hanya mengerjakan kepentingan dunia semata....

Siapakah orang yang yang pintar?
Orang yang berhasil memanfaatkan waktunya untuk mencari ilmu disertakan beramal dan beribdah kepadaNYA....

Siapakah yang paling cantik dan cakep?
Orang yang memiliki ahklak baik serta hati yang lembut dan bijaksana....

Siapakah orang yang paling rugi?
Orang yang sulit untuk melakuakan kebaikan, baik dalam menjalankan perintahNYA dan mengikuti sunah-sunahnya sampai dipenghujung umurnya....

Siapakah yang miskin?
Orang yang menumpuk harta-hartanya demi kesenangan sesaat selama didunia

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.


Rabu, 29 Juli 2009

Ketika Cinta yang Terpilih Bukan Nafsu

Cinta merupakan pasangan akal, sebab tidak mungkin bagi seseorang manusia untuk bisa jatuh cinta tanpa memilih. sekali-kali ia tidak akan bisa memilih, tanpa meminta pertolongan pada sesuatu, yang disebut akal. dengan akal Allah Ta'ala telah memberikan kelebihan kepada manusia atas mahluk lain. dengan akal yang dianugrahkan oleh Allah, maka manusia mampu mengontrol gejolak biologis dalam dirinya. sedangkan hewan tidak mempunyai akal. karena itu, mereka tidak mampu mengontrol gejolak nafsu yang tersimpan dalam dirinya.

Cinta merupakan buah dari dinamika peradaban. cinta tidaklah dikenal kecuali oleh peradaban. sedangkan cinta yang dicurahkan oleh para lelaki yang kurang berperadaban terhadap wanita, begitu pula keintiman mereka, mirip dengan tabiat pada sebagian besar hewan yang melakukan persetubuhan sepanjang kehidupannya dalam rangka mempertahankan keturunannya.

Dengan memiliki akal yang yang berfungsi untuk mengontrol perilaku manusia yang beradab, maka pada dasarnya seseorang yang menjalankan perintah agama berarti telah berkomitmen yang memberi nilai kemanusiaan yang baru, itulah sebabnya kita sebagai seorang muslim yang beriman dan berkomitmen tinggi dalam menjalankan perintah agama akan memiliki rasa keagamaan yang tinggi pula sehingga dapat mengontrol dirinya dari gejolak syahwatnya dan terhindar dari kemaksiatan yang ada didepan matanya.
dalam hal ini peradaban dalam arti komitmen dengan agama, berarti kemampuan untuk mengendalikan diri atas nama Allah Ta'ala. dengan konsekuensi pahala di akhirat. jadi bukan sekedar mencari selamat dari jeratan undang-undang di dunnia.

semoga kita sebagai genarasi muslim dan muslimah yang beriman selalu bisa menjaga diri dari kesenangan dunia yang sesaat ini.......

bukan cinta namanya kalau tidak menghasilkan kemampuan kepribadian. tempat jiwa dapat melambung tinggi, diantara spritualitas manusia

Minggu, 26 Juli 2009

AURA KEHIDUPAN

Jika cinta menyerupai air pada beberapa tabiat dasarnya, maka sipat utama air yang melekat padanya adalah fakta bahwa air adalah sumber kehidupan. jika cinta adalah gagasan tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik, dan tindakkan utamanya adalah memberi untuk menumbuhkan maka kekuatan pesona utama seorang pencinta adalah aura kehidupan yang memancar dari dalam dirinya

Kamis, 23 Juli 2009

Menjinakkan Bom dengan Robot

Tim Gegana melakukan pemeriksaan di Menara Sona Topas, Jakarta, yang mendapat ancaman bom, Kamis


Jumat, 24 Juli 2009 | 06:03 WIB

Yuni Ikawati

KOMPAS.com — Teror dengan menggunakan bom kembali terjadi di Jakarta hingga menelan korban jiwa. Selama ini ”penjinakan” bom di Indonesia banyak mengandalkan keahlian manusia. Namun, dalam beberapa kasus, ancaman itu dapat dipatahkan dengan menggunakan detektor bom dan alat penjinak bom.

Belakangan, untuk menekan risiko fatal dikembangkan robot untuk menanganinya. Penggunaan robot oleh pasukan penjinak bahan peledak atau Tim Gegana Polri telah dilakukan sejak lama. Sayangnya, robot-robot itu masih produk asing, antara lain berasal dari Inggris.

Sepuluh tahun terakhir ini beberapa lembaga riset nasional mulai mengembangkan sistem detektor dan robot penjinak bom. Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) lebih dari 10 tahun terakhir mengembangkan sistem analisis bahan eksplosif juga narkoba dengan mengaktifkan neutron cepat menggunakan neutron generator.

Generator neutron dikembangkan di Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan Batan sejak tahun 1998. Deteksi bahan eksplosif dilakukan dengan memancarkan berkas neutron yang telah diaktivasi ke obyek, misalnya, kontainer yang berisi bahan eksplosif.

Dari spektrum sinar gamma yang ditimbulkan, dapat diketahui isi kontainer tersebut. Karena bahan peledak terdiri dari unsur H, C, N, dan O dalam komposisi tertentu, lewat spektrum sinar unsur-unsur tersebut dapat terbaca.

Penanganan bom atau bahan peledak juga dilakukan dengan menggunakan robot. Salah satunya dikembangkan oleh Endra Pitowarno dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi 10 Nopember, yang telah menghasilkan tiga generasi robot penjinak bom sejak 2003.

Sementara itu, Estiko Rijanto, peneliti mekatronika dan sistem kontrol dari LIPI, pada tahun 2006 berhasil mendesain dan merancang bangun mobil robot penjinak bom yang disebut Morolipi. Prototipe yang telah dipatenkan itu desain awalnya dibuat tahun 2004.

Setelah Morolipi versi 1 (V.1) atau versi tahun 2006 Estiko, yang kini menjadi Kepala Bidang Mekatronika di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, tahun ini mendesain Morolipi versi dua (V.2).

”Prototipe generasi kedua ini akan ditampilkan pada HUT LIPI pada 23 Agustus,” ujar Estiko, yang menamatkan program doktornya di Tokyo University for Agriculture and Technology.

Morolipi V.1 dirancang untuk membantu pasukan Gegana atau penjinak bahan peledak. Robot itu lebarnya 1 meter, tinggi 90 cm, dan bobot 100 kg. Kelebihan mobil robot ini adalah mampu berjalan di daerah datar dengan kecepatan 1 meter per detik tanpa menggunakan energi karena menggunakan kopling elektrik. Robot yang dijalankan dengan roda berantai ini juga dapat menaiki tangga.

Morolipi V.1 memiliki lengan sepanjang 70 cm. Lengan beruas dua ini dapat berputar 360 derajat dan dapat menekuk. Pada ujung lengan dipasang alat penjepit dan pemotong kabel.

Morolipi V.1 dilengkapi dengan artikulator, kamera, dan sensor inframerah yang dapat mengirimkan citra hasil penginderaannya secara telemetri sehingga gambarnya dapat ditampilkan pada layar komputer yang dioperasikan sang operator. Dengan sarana yang terpasang itu, operator dapat mengendalikan Morolipi dari jarak maksimal 6 kilometer dengan menggunakan tongkat pengendali (joystick).

Dalam uji coba menjinakkan bahan peledak, Morolipi terbukti dapat bekerja efektif, yaitu memotong rangkaian kabel berukuran diameter 2 mm yang dapat memicu ledakan sehingga bahan peledak nonaktif.

Setelah sempat terhenti selama dua tahun, 2007-2008, Estiko dan timnya mulai membuat mobil robot generasi kedua, yaitu Morolipi V.2.

Pada Morolipi versi ini robot ditingkatkan kemampuannya untuk membawa senjata api. Robot generasi baru ini dapat dikendalikan untuk mendekati dan menembak sasaran. Selain itu, juga akan dilakukan pengembangan ke arah nonmiliter, yaitu melengkapi robot dengan alat pembersih tangki bahan bakar minyak di pelabuhan.

”Morolipi generasi kedua ini akan mengalami perbaikan dalam sistem penggerak rodanya sehingga memungkinkan berjalan lebih mulus dan cepat,” urai Estiko.

Pada tahap berikutnya, Morolipi akan dilengkapi dengan sistem pendeteksi bahan peledak. Hal ini dilakukan dengan merancang sistem mekatronika dan sensor. Dengan serangkaian pengembangan ini, Morolipi dapat menjadi garda depan kancah pertempuran, robot pengintai. Adapun untuk menjaga ketertiban Morolipi dapat membantu pasukan antihuru-hara mengatasi kerusuhan.

Menurut dia, untuk mencapai tahap itu diperlukan waktu beberapa tahun lagi sehingga prototipe Morolipi dapat difabrikasi oleh industri dan digunakan oleh berbagai pihak, antara lain Polri dan TNI serta industri manufaktur dan migas.

Pengembangan robot penjinak bom atau mobil robot, baik oleh Endra maupun Estiko, dapat mengurangi ketergantungan pada pihak asing. Pembuatan robot di dalam negeri juga dapat menekan biaya hingga setengahnya dibandingkan impor mobil robot penjinak bom. Harga robot impor bisa mencapai sekitar Rp 1 miliar per unit.

Nelayan Mukmin dan Nelayan Kafir

Pada zaman dulu, ada dua orang nelayan, seorang mukmin dan seorang lagi kafir. Pada suatu hari kedua-duanya turun ke laut untuk menangkap ikan. Semasa menebar jala, nelayan kafir menyebut nama tuhan berhalanya. Hasil tangkapannya amat banyak. Berlainan pula dengan nelayan mukmin. Apabila menebar jalanya, si-mukmin itu menyebut nama Allah. Hasilnya tidak ada seekor pun ikan yang tersangkut pada jaringnya. Hingga ke lewat senja, nelayan mukmin tidak berjaya mendapat sebarang ikan manakala si-kafir itu kembali dengan membawa ikan yang sangat banyak.

Meskipun pulang dengan tangan kosong, namun nelayan mukmin itu tetap bersabar serta redha dengan apa yang Allah takdirkan. Si-kafir yang membawa berbakul-bakul ikan pulang dengan rasa bangga dan bongkak.

Malaikat yang melihat keadaan nelayan mukmin ini berasa simpati lalu mengadu kepada Allah. Allah memperlihatkan kepada malaikat tempat yang disediakan olehNya untuk nelayan mukmin itu; iaitu sebuah syurga. Berkata malaikat "Demi Allah, sesungguhnya tidak memberi erti apa-apa pun penderitaan di dunia ini jika dia mendapat tempat di syurga Allah."

Setelah itu Allah memperlihatkan tempat yang disediakan untuk nelayan kafir. Berkata malaikat "Alangkah malangnya nasib si-kafir. Sesungguhnya tidak berguna langsung apa yang dia dapat di dunia dulu sedangkan tempat kembalinya adalah neraka jahannam."


Moral & Iktibar

Kediaman mukmin adalah di syurga manakala kediaman kafir adalah di neraka.
Dunia adalah syurga orang kafir.
Kekayaan dan kemewahan di dunia tidak semestinya berkekalan di akhirat.
Kesusahan orang mukmin di dunia tidak seberapa jika dibandingkan dengan kenikmatan yang disediakan di syurga.
Kesenangan orang kafir di dunia tak berbaloi jika dibandingkan dengan azab seksa yang disediakan di neraka.
Kesenangan atau kesusahan seseorang bukan menjadi kayu ukur bagi keredhaan Allah; yang menjadi penentu ialah keimanan terhadapNya.
Kesusahan di dunia bukan bermakna Allah tidak menyukai seseorang.
Begitu juga kemewahan yang Allah berikan kepada seseorng bukan bermakna Allah meredhainya.
Redha di atas takdir Ilahi adalah sifat mukmin sejati.
Jangan berputus asa, kecewa atau sedih apabila melihat orang kafir senang dan mewah dalam kehidupan di dunia
Keimanan seseorang adalah lebih mahal daripada dunia dan isinya.
Apalah maknanya kemewahan jika tidak mensyukuri dan beriman dengan Allah.